Sistem pengapian berfungsi untuk membangkitkan percikan bunga api pada busi yang digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang dikompresikan di dalam silinder.
Sistem pengapian konvensional mempunyai beberapa komponen, antara lain : kunci kontak, koil, distributor, kondensor, busi kabel tegangan tinggi dan kabel penghubung. Komponen yang berfungsi untuk memajukan saat pengapian adalah vacuum advancer dan centrifugal advancer, kedua komponen ini bisa bekerja bersama-sama atau individual.
Saat pengapian pada kendaraan bersilinder banyak harus mengikuti urutan yang baku.
Pada engine empat silinder, urutan pengapiannya 1 - 3 - 4 - 2 atau 1 - 2 - 4 - 3, sedangkan untuk engine enam silinder, secara umum urutan pengapiannya 1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 4. Urutan pengapian sangat penting diperhatikan, oleh karena itu kabel tegangan tinggi antara tutup distributor dengan busi-busi harus dihubungkan dengan urutan yang benar.
Lebih lengkap lagi : Kita Punya | Belajar Ilmu Otomotif
Sistem pengapian konvensional mempunyai beberapa komponen, antara lain : kunci kontak, koil, distributor, kondensor, busi kabel tegangan tinggi dan kabel penghubung. Komponen yang berfungsi untuk memajukan saat pengapian adalah vacuum advancer dan centrifugal advancer, kedua komponen ini bisa bekerja bersama-sama atau individual.
Saat pengapian pada kendaraan bersilinder banyak harus mengikuti urutan yang baku.
Pada engine empat silinder, urutan pengapiannya 1 - 3 - 4 - 2 atau 1 - 2 - 4 - 3, sedangkan untuk engine enam silinder, secara umum urutan pengapiannya 1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 4. Urutan pengapian sangat penting diperhatikan, oleh karena itu kabel tegangan tinggi antara tutup distributor dengan busi-busi harus dihubungkan dengan urutan yang benar.
Lebih lengkap lagi : Kita Punya | Belajar Ilmu Otomotif
Komentar
Posting Komentar