Keselamatan Musa dari Firaun

Artikel Islami | Infoloper - Keselamatan Musa dari Fir'aun

“Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hambaku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan dususuli. Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota . (Fir’aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil dan sesungguhnya mereka membuat hal hal yang menimbulkan amarah kita dan sesungguhnya kita benar benar golongan yang selalu berjaga jaga.” Maka, Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman taman dan mata air dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikian halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. Maka Fir’aun dan bala tentaranya menyusuli mereka pada waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu salaing melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar benar akan tersusul.” (Q.S. Asy Syu’ara, 26 : ayat 56 – 61).

Dalam keadaan Baini Israil merasa terjebak dan oran-orang Fir’aun mengira bahwa mereka akan segera menangkap Bani Israil, Musa berkata, tanpa pernah kehilangan kepercayaan akan pertolongan Allah.

Dia (Musa) menjawab, “Sekali kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (Q.S. Asu Syu’ara’, 26 : ayat 62).

Pada saat iyu Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dengan terbelahnya lautan. Fir’aun dan orang-orangnya tenggelam di dalam air yang menutup diatas kepala mereka setelah Bani Israil menyeberang dengan selamat. Lihat Q.S. Asy-Syu’ara’, 26 : ayat 63-68

Tongkat Musa memiliki mukjizat. Allah telah mengubahnya menjadi ular dalam penyampaian wahyu yang pertama kepadanya, kemudian tongkat ini pula yang berubah menjadi ular yang menelan ular-ular jadi-jadian dari ahli sihir Fir’aun. Sekarang, Musa membelah lautan dengan tongkat yang sama.

Inilah mukzizat terbesar yang diberikan kepada nabi Musa AS. (Harun Yahya, Jejak Bangsa-bangsa Terdahulu, 2007).

Sumber : Syaamil Al-Qur’an Miracle The Reference “Mudah, Sahih, dan Komprehensif.”

Artikel Sebelumnya : Kekuatan Iman dibangun Dengan Kesabaran

Komentar