Melanjutkan postingan yang kemarin tentang Buang air besar dan Istinja’, kini saya kembali share lagi tentang aspek kesehatan atau manfaat istinja’ dalam kesehatan, semoga bermanfaat.
Beristinja’ mempunyai banyak manfaat kesehatan yang dapat menjaga manusia dari berbagai penyakit. Menurut kedokteran modern bahwa orang yang menderita penyakit kencing manis, bila tidak bersuci dan beristinja’ dari kencingnya dengan baik, maka memiliki dampak negative terhadap kesehatannya. Karena kencing orang tersebut mengandung banyak kadar gula.
Bila sisa-sisa kencing tertinggal pada kemaluannya, maka ia dapat terkena peradangan dan bernanah. Kemudian mikroba-mikroba akan menjalar kesaluran kencing yang juga penyebap radang pada kemaluan. Mikroba-mikroba ini dapat menular kepada istri melalui hubungan badan (seks), sehingga dapat menyebapkan peradangan pada rahim, bahkan terkadang dapat menyebapkan kemandulan.
Beristinja’ adalah menghilangkan sisa sisa kotoran dari saluran kencing atau tinja. Beristinja’ merupakan anjuran kedokteran dan sangat berguna untuk kesehatan. Karena membersihkan tempat air kencing dan saluran kencing dapat mencegah terjadinya peradangan ataupun pengendapan garam, khususnya garam fosfat yang merupakan bijih pembentuk batu sehingga menyebapkan penyakit yang sering disebut sebagai kencing batu.
Menurut medis, radang saluran kencing sebagian besar disebapkan adanya pencemaran salauran kencing yang berasal dari mikroba yang ada dalam tinja, khususnya wanita.
Untuk menghilangkan cacing ini dan telur telurnya sangat memerlukan air suci.
Beristinja’ juga dapat melindungi manusia dari cacing, khususnya cacing acsioris (cacing kremil} yaitu cacing yang berukuran kecil yang keluar beserta tinja yang dapat hidup disekitar dubur manusia.
Cacing tersebut biasanya bertelur diluar tubuh kemudian telur telur itu berpindah kepakaian, lalu berpindah ke tangan dan menyerang orang yang sehat pada saat makan. Perkembangbiakan cacing ini bermula dari masuknya telur ke saluran pencernaan untuk menetas dan berkembang biak.
Seorang yang terserang cacing dapat disembuhkan bila ia mengikuti cara cara pencegahannya yaitu beristinja’ dengan benda cair kemudian mengeringkan tempat istinja’ dan setelah buang hajat membasuh kedua tangan dengan air dan sabun.
Beristinja’ dengan air juga dapat melindungi manusia dari penyakit penyakit berbahaya yang menular seperti typus dan penyakit kolera. Hal ini seperti yang terjadi pada tahun 1963 disalah satu kota diinggris. Kota tersebut terserang oleh wabah typus secara beruntun dan dalam waktu yang singkat. Sehingga menyebapkan kepanikan terhadap meningkatnya penyerangan wabah di kota itu.
Kemudian dikeluarkan anjuran kedokteran dari para penanggung jawab kesehatan negeri tersebut yaitu mengharuskan beristinja’ dengan air sesudah buang air besar dan tidak diperbolehkan menggunakan tissue di WC.
Cara inilah yang dianggap paling efektif dalam pencegahan mewabahnya penyakit meular diseluruh kota. Para penduduk kota mematuhi saran kesehatan tersebut yang ditulis dengan jelas. “Kebersihan seseorang adalah dengan air sebagaimana yang dilakukan orang-orang muslim, dan bukan dengan kertas tissue yang ada di WC.” Hanya dalam beberapa hari saja wabah typus tersebut menghilang dari kota.
Membersihkan lubang kemaluan (baik depan maupun belakang) serta membersihkan sesuatu yang keluar dari keduanya dapat melindungi manusia dari peradangan saluran kencing, anus serta sakit perut yang bisa menyebapkan penumpukan nanah atau menyebapkan kencing nanah.
Agar pencegahan semakin sempurna, seseorang perlu memotong kuku yang panjang. Kebiasaan memanjangkan kuku bukan merupakan hal terpuji, karena dapat membahayakan kesehatan manusia, dimana telur telur cacing dapat menggantung padanya dan berpindah ke mulut melalui kuku.
Dibawah kuku yang panjang pula merupakan tempat kotoran dan kuman, yang juga membahayakan kesehatan. Rasulullah s.a.w bersabda :
Lima perkara termasuk fitrah : berbekam, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku. (H.R. Imam Muslim).
Source : Buku Sakitmu karena Shalatmu, Penulis Hilmi al-Khuli, Diterbitkan : Az-Zahra’ lil ‘Alami al-‘Arabi Kairo, 1993
Terimakasih sudah datang di blog Infoloper
Komentar
Posting Komentar